PT Pupuk Indonesia (Persero Merambah Pasar Perkebunan

PT Pupuk Indonesia (Persero) Merambah Pasar Perkebunan

Hal tersebut bisa dilihat dari hadirnya PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) di ajang Inapalm Asia 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta (25 – 27/8). Pada pameran yang berfokus ke pelaku usaha perkebunan tersebut, PIHC me ma merkan lima anak perusahaannya, yaitu PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kujang (PKC), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI). Tak lupa dipajang ber bagai produknya yang terdiri dari pupuk bersubsidi, pupuk nonsubsidi, pu puk pelengkap cair, dan juga benih padi serta benih hortikultura (cabai dan tomat).

Perluas Pemasaran

Najmi Yunus, Staf Pelayanan Pelang gan PT Pupuk Indonesia mengatakan, keikutsertaan PIHC untuk menunjukkan eksistensi. “Kita ingin informasikan eksistensi Pupuk Indonesia yang merupakan induk dari semua perusahaan pupuk milik pemerintah. Di pameran skala Asia ini, kami berharap dapat memperluas pemasaran,” ungkapnya di stan PT Pupuk Indonesia (Persero). Rashid Imansyah, Staf Perencanaan & Pemasaran PT Pupuk Indonesia, menimpali, pihaknya juga hadir untuk berpromosi menggarap pasar luar negeri. Meskipun sudah memasarkan produk nya ke mancanegara, “Kami ingin agar Pupuk Indonesia lebih terkenal di mata internasional,” katanya. PIHC merupakan produsen pupuk terbesar di Asia dengan total aset pada 2014 sebesar Rp75,9 triliun dan total kapasitas produksi pupuk mencapai 12,6 juta ton/tahun. Perusahaan yang memiliki visi menjadi perusahaan agrokimia dan pangan terintegrasi, berkelanjutan dan berkelas dunia ini memproduksi pupuk urea, NPK, fosfat, ZA, ZK, KCl dan pupuk pe lengkap cair. Rashid melanjutkan, produk pupuk tersebut ada yang bersubsidi dan ada yang nonsubsidi. “Selain pupuk subsidi untuk tanaman pangan, saat ini produk nonsubsidi juga mau kita gencarkan penjualannya ke perkebunan seperti sawit, karet, dan lainnya,” paparnya.

Saran Pemupukan

Lebih jauh tentang produk pupuk untuk perkebunan, Nur Syahriah, Promotion Administration PT Pupuk Kujang yang juga menjaga stan memberikan saran penggunaan pupuk majemuk lengkap berkualitas. “Kita punya pupuk nonsubidi NPK produksi PUSRI yang diformulasikan sesuai kebutuhan tanam an dan dosisnya disesuaikan dengan ketersediaan unsur hara di dalam tanah spesifik masing-masing lokasi,” terangnya. Secara umum, Nur menyarankan penggunaan NPK 15:15:15 untuk pembibitan, perkebunan, dan hortikultura. “Keung gulan nya bisa mempercepat pertumbuhan tinggi bibit tanaman dan memperbanyak jum lah daun dan cabang tanaman,” jelasnya. Aplikasi untuk pembibitan dilakukan pada minggu ke-2,4,6,8,10 sebanyak 3-5 g/batang. Untuk tanaman perkebunan belum menghasilkan (TBM 1) diberikan 1,5 kg/batang/tahun dan TBM 2 – 3 dipasok 1,5 kg/batang/tahun. “Kalau untuk hortikultura pakai sistem kocor.

Diberikan pada minggu ke 1-8 sebanyak 100 g/10 L air untuk 40 tanaman tiga hari sekali,” lanjut Nur. Selain NPK berimbang, ada juga NPK 13- 6-27-4+B yang bisa digunakan un tuk kelapa sawit dan bibit karet. “Keung gulan pupuk ini bisa meningkatkan pembentukan dan menambah produksi buah kelapa sawit. Bisa untuk me ningkatkan daya tahan kelapa sawit dari serangan hama dan penyakit. Pada ta naman karet yang pasti bisa mening katkan produksi getah karet,” terang Nur. Selanjutnya Nur menerangkan ada juga NPK 12-12-17-2 untuk bibit kelapa sawit. “Pupuk yang satu ini juga dapat mempercepat pertumbuhan tinggi pohon, memperbanyak jumlah daun, mem perbesar diameter batang bibit kelapa sawit dan juga meningkatkan daya tahan kelapa sawit saat transplanting ke lapangan,” bebernya.

Pemupukan pada bibit kelapa sawit dilakukan pada minggu ke 2,4,6,8,10 sebanyak 3-5 g/batang, m,inggu ke 12,14,16,18,20 sebanyak 5-10 g/batang, minggu ke 22,24,26,28 sebanyak 10-15 g/batang, minggu ke 30,32,34,36 sebanyak 15-20 g/batang, dan minggu ke 38,40,42,44 sebanyak 25 g/batang. “Untuk TBM 1 diberikan 1,5 kg/batang/tahun dan BM 2 & 3 sebanyak 2 kg/batang/tahun,” jelasnya. Sementara dosis pupuk pada tanaman sawit yang sudah menghasilkan (TM) 1-8 sebanyak 3 kg/batang/tahun, TM 9- 13 5 kg/batang/tahun, TM 14-20 5 kg/ batang/tahun, dan TM 21-25 sebanyak 3 kg/batang/tahun. Nur menjelaskan, cara pengaplikasian pupuk NPK dengan ditaburkan secara merata mulai jarak 50 cm dari pokok sampai pinggir piringan. “Pupuk NPK ini diberikan sebanyak dua kali setahun,” sarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *