PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Terima Akreditasi KAN

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Terima Akreditasi KAN

Komite Akreditasi Nasional (KAN) memberikan sertifikat akreditasi Laboratorium Penguji kepada Laboratorium Analitik R&D PT Sawit Sum bermas Sarana Tbk. Akreditasi ini menandakan laboratorium tersebut setara dengan laboratorium di seluruh dunia yang terakreditasi. “PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mendapatkan akreditasi laboratorium penguji bernomor LP1056 IDN,” ujar Kukuh S. Ach mad, Sekjen KAN, saat penye rahan sertifikat tersebut di Jakarta, Selasa (24/1).

Kukuh mengapresiasi komitmen PT SSMS Tbk. Ia meng ungkapkan, dari total 1.600 laboratorium yang menyandang akreditasi, 1.060 laboratorium di antaranya berstatus penguji, salah satunya laboratorium milik PT SSMS Tbk, dengan nomor 1056. Akreditasi ini berlaku untuk kurun wak tu empat tahun.

Head of R&D PT Sawit Sum bermas Sarana Tbk, Sjafrul Latif, berkomentar, pemberian akreditasi merupakan wujud cita-cita Tim R&D dalam mendukung visi perusahaan. “Pro ses akreditasi berlangsung 3,5 bulan, dari 8 Agustus 2016 sampai 23 November 2016. Akreditasi membuat hasil la boratorium kami dapat dipercaya dan diakui pelaku industri,” paparnya.

Sementara itu, Vallauthan Su braminam, Dirut PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, me ngatakan, akreditasi ini merupakan visi perusahaan dalam upaya menuju world class plan tation company. “Di sam ping sertifikat ISPO dan RSPO. Sertifikasi ISO ini melengkapi sertifikat perusahaan di dunia industri sawit,” tandasnya.

Menurutnya, laboratorium ini juga bisa melayani kebutuhan riset pihak eksternal. Fasilitas la boratorium yang sebelumnya dipandang cost centerke depan berpeluang menjadi profit center,” tutupnya.

Prospek Sawit Tetap Cerah

Prospek industri minyak sa wit pada 2017 diperkirakan ma sih cukup cerah karena ber lanjutnya program mandatori Bahan Bakar Nabati (BBN) di da lam negeri. “Industri sawit na sional masih tetap menjadi andalan sebagai mesin devisa dan motor penggerak pereko nomian nasional,” ungkap Fa dhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI, dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (31/1).

Malaysia, lanjut Fadhil, juga sudah mulai meningkatkan mandatori BBN. Jika mandatori BBN di Indonesia dan Malaysia berjalan konsisten, maka peng gunaan minyak sawit di dalam negeri akan tinggi dan pasokan kepada pasar global akan ber kurang. Jika produksi sawit tidak meningkat dengan signifikan, ini tentu akan mendongkrak harga sawit di pasar global.

“Pada 2017 akan diproritas kan promosi sawit Indonesia di pasar India, Pakistan dan ne gara-negara Timur Tengah, pe nanganan isu-isu negatif, dan isu-isu domestik seperti pe na nganan lahan gambut serta pen cegahan kebakaran lahan. Dan juga sosialisasi kepada stakeholders tentang strategis dan pentingnya industri sawit,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *