PPUN Gelar Kongres ke-5

Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) menggelar kongres ke-5 di Bogor, Jabar dan menetapkan Du dung Rahmat sebagai Ketua PPUN periode 2017-2022. Du dung menyatakan akan ber juang maksimal untuk kepen tingan peternak rakyat secara umum. “Kita harus berjuang ber samasama karena ini tidak bisa dilakukan sendiri. Saya harapkan kita semua bisa bekerja sama dengan baik,” tegasnya. Turut mendukung Dudung da lam kepengurusan ialah Wismarianto sebagai Wakil Ketua, Kadma Wijaya sebagai Sekretaris, Alvino dan Jefri sebagai Wakil Sekretaris, Agus Suwarna se bagai Bendahara, Widianto dan Julianto sebagai wakil bendahara.

Nano Supriyatno, Ketua Kongres PPUN V berharap PPUN bisa menjadi saluran in for masi dan kegiatan. Sekedar kilas balik, PPUN didirikan pa da Februari 2001 dan menjadi sarana komunikasi peternak ter hadap perusahaan integrasi dan pemerintah. “Semoga ketua terpilih dan pengurus yang baru bisa memperjuangkan kepentingan peternak sehingga peternak bisa kembali berjaya,” ucapnya. Sementara Ketua PPUN 2013-2017, Sigit Prabowo menyatakan, kongres ke lima me rupakan agenda besar PPUN, sekaligus reorganisasi dan regenerasi kepengurusan. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, beragam kegiatan dan gerakan dilakukan semata-mata untuk mencapai tujuan organisasi.

Eksis di Pusat Pertanian Asia Tenggara

Maret lalu, Majalah AGRINA menjadi salah satu media partner resmi pameran AGRITECHNICA ASIA 2017 di Bangkok, Thailand. Di acara tersebut, jurnalis AGRINA Galuh Ilmia Cahyaningtyas berkesempatan meliput acara tersebut selama tiga hari. Banyak peserta pameran dari Eropa membawa teknologi yang sukses diaplikasikan di negaranya. Produk-produk yang ditampilkan tentunya memiliki keunggulan untuk memajukan pertanian di Asia.

Selain pameran, VNU Asia Pacific Exhibitions, penyelenggara pameran juga menggelar konferensi dan forum diskusi untuk para peserta. Disamping pameran Agritechnica Asia 2017, VNU juga menggelar Horti Asia 2017 dan VIV Asia 2017 di tempat dan waktu yang sama. Banyak pemain sektor agribisnis yang hadir di tiga hajatan besar tersebut. Wajah-wajah pelaku bisnis sektor pertanian dan peternakan Indonesia pun banyak ditemui. Pengunjung muslim yang bertamu di negara dengan pen duduk mayoritas beragama Budha itu pun tidak cemas mencari tempat beribadah. Penyeleng gara menye diakan tempat beribadah di lantai paling bawah gedung pameran, yakni Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC). Selain itu, di food court juga ada satu gerai yang menjual makan halal. Menarik bukan?

Situs Togel Online Yang Menjadi Impian Banyak Orang

Pada dasarnya manusia tidak banyak yang suka bermain judi, namun karena mungkin nasib orang yang berbeda-beda dihidup ini sehingga banyak sekali orang yang berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak. Cara alternatif yang terpikir oleh benak orang rata-rata sekarang ialah mungkin dengan bermain judi di situs togel seperti togelpee, kenapa? karena memang situs seperti togelpee ini sudah layak untuk menjadi go internasional didunia ini dengan kemudahan ia untuk diakses nya untuk semua orang sehingga ini sangat direkomendasi yang terutama bagi masyarakat indonesia yang ingin mencoba keberuntungannya dengan bermain judi togel yang tepat bersama togelpee.

Meningkatkan situs togel setiap harinya untuk bisa mendapatkan pemain yang banyak sebanya mungkin itu ialah keinginan dari bandar online yang anda di indonesia sekarang ini, karena tanpa adanya pemain situs togel itu tidak bisa disebut sebagai bandar lagi dengan tanpa adanya pemain yang bermain bersamanya. Tidak banyak sekarang di indonesia ini orang yang banyak berhasil menjadi situs togel online yang terbesar seperti togelpee, karena tidak semudah itu untuk bisa mendapatkan kepercayaan secara online terhadap pemain judi online ini tanpa bukti yang kuat. Togelpee menjalankan situsnya juga sudah bertahun-tahun diperkirakan sehingga nilai dari kepercayaan orang-orang kepada situs togel kami togelpee itu juga bukan main-main yang bisa didapatkan dengan melalui proses yang panjang.

Manusia untuk sekarang juga sudah semakin lama semakin pintar jadinya dikarenakan perkembangan jaman yang didapatkan ini sangat dapat dimanfaatkan untuk kita belajar setiap harinya untuk menjadi lebih pintar sehingga untuk hal-hal baru yang muncul kepada kehidupan kita ini tidak begitu mengejutkan saat mendatang. Seperti dengan banyaknya pasaran judi togel yang didunia ini yang ikut populer seperti di indonesia, yang mungkin dikarenakan oleh orang luar negeri melihat banyak sekali peluang yang bisa didapatkan saat adanya judi togel ini dengan modal sedikit sehingga semua orang bisa memainkannya tanpa harus memikirkan harus punya banyak modal seperti permainan judi lainnya.

Selain dari itu juga tidak banyak orang sadari juga kalau kita ini membuat situs togel yang berkualitas dengan teliti sehingga sekarang menjadi yang terbaik serta banyak juga prediksi togel yang disediakan oleh togelpee yang tidak disadari saja oleh para pemain diluar sana karena yang mungkin tidak dipercayai oleh orang-orang, namun terkadang untuk orang yang memiliki modal yang berlebihan bisa mencoba prediksi dari togelpee juga sebab dilakukan analisa dari orang yang berpengalaman juga sehingga tidak pasti jatuh kepada kekalahan jika mengikuti prediksi tersebut. Situs togel online juga salah satu tempat terbaik yang bisa dimanfaatkan orang pemain judi yang selalu sibuk setiap saatnya.

Pengembangan SUPRADIN Sukses Mengangkat Margin

Usaha perkebunan rakyat menjadi tulang punggung penyedia bahan baku industri dan kebutuhan ekspor. Pada 2015 perkebunan rakyat mencapai 68,70% atau 15,98 juta ha dari luas total 23,26 ha. Dengan pola tanam yang tepat, perkebunan rakyat bisa ditingkatkan produktivitasnya sehingga memberikan keuntungan berlipat. Mau tahu caranya?

SUPRADIN

Perkebunan rakyat ini umumnya digarap di lahan kering dengan konsep monokultur intensif. Meski dapat ditingkatkan lebih intensif daripada lahan basah, usaha perkebunan sistem monokultur masih dapat dioptimalkan produksinya dengan mengembangkan pola sistem usaha tani perkebunan diversifikasi integratif atau SUPRADIN. Sehingga, produktivitas usaha tani berbasis tanaman perkebunan akan berkelanjutan.

Pengembangan SUPRADIN merupakan implementasi per ubahan dari model usaha tani monokultur menjadi polikultur. Lalu mengintegrasikan dengan usaha ternak sehingga terbentuk pemanfaatan zat-zat makanan secara ter tutup melalui pemanfaatan limbah tanaman yang diolah menjadi pakan ternak serta limbah ternak yang diolah menjadi pupuk dan biourine.

Pola SUPRADIN menempuh tiga tahap. Per tama, pengembangan diversifikasi usaha tani berbasis perkebunan dengan mengintegrasikan tanaman pangan dan tanaman lain yang sesuai ke dalam usaha perkebunan. Langkah ini mer upakan gerbang menuju tumbuhnya pola integratif. Kedua, pengembangan pola integratif dengan menyatukan usaha ternak ke dalam budidaya perkebunan. Ketiga, pengembangan pemberdayaan kebersamaan ekonomi dengan cara pelatihan dan pendampingan petani dan kelembagaan ekonomi. Langkah itu ber tujuan agar pengembangan SUPRADIN dapat berlangsung dalam suatu skala ekonomi kawasan.

Kelapa dan Karet

SUPRADIN berbasis kelapa ialah peningkatan, pengutuhan, atau rehabilitasi usaha tani kelapa dari tanaman monokultur dengan memanfaatkan sumber daya lahan perkebunan secara optimal. Diversifikasi kelapa meliputi beberapa hal. Yakni, kelapa sebagai basis kegiatan usaha tani bertumpang sari secara intensif dengan tanaman pangan sebagai usaha pokok. Serta, berbagai jenis tanaman yang sesuai sebagai sumber hijauan pakan ternak sekaligus penguat teras ditanam pada bibir dan tampingan teras atau tanah kosong lainnya.

Selain mendorong pengembangan kelapa, SUPRADIN berbasis kelapa juga akan menghasilkan kegiatan pengembangan tumpang sari tanaman pangan, hijauan pakan ternak, usaha tani bar u, pengolahan hasil, dan pengembangan kebersamaan ekonomi petani. Ketika pola integratif terbentuk berkesinambungan, akan tersedia pupuk organik dari limbah kotoran ternak. Sehingga, terbuka peluang mengembangkan usaha tani bar u penghasil produk pertanian berkualitas. Sementara, SUPRADIN berbasis karet dilakukan dengan menerapkan pola jarak tanam pagar (double rows spacing) 18 x (2 x 2,5) m atau 400 pohon/ha)serta14x(6×2)matau 500 pohon/ha. Kajian penerapan jarak tanam pagar 14 x (6 x 2) m menunjukkan per tumbuhan lilit batang tanaman karet setara atau tidak berbeda dibandingkan jika karet ditanam dengan jarak tanam normal. Di samping itu juga, karet tetap dapat disadap pada umur sekitar 5 tahun.

Karet umur 27 tahun yang berpola jarak tanam pagar 18 x (2 x 2,5) m, mempunyai intensitas cahaya di atas 80% di areal tanaman sela. Pola ini menganjurkan petani mengadopsi karet yang punya tipe tajuk cemara atau cender ung tumbuh ver tikal, seper ti klon PB 260, PB 330, PB 340, IRR 118, dan IRR 220. Dengan catatan, penerapan pola jarak tanam pagar 18 x (2 x 2,5) m masih memungkinkan terjadinya perpanjangan umur atau perlambatan waktu awal matang sadap tanaman karet menjadi sekitar 6,3 tahun.

Padi gogo, jagung, kedelai, kacang tunggak, kacang tanah, dan kacang hijau adalah tanaman pangan yang bisa ditumpang sari dan tumpang gilir dengan karet. Sistem tumpang sari ini menggunakan Pola A, yaitu padi gogo jagung kacang tunggak dan Pola B, yaitu padi gogo kedelai-kacang tunggak. Karet bisa juga ditumpangsarikan dengan tanaman hor tikultura semusim, tanaman tahan naungan, tanaman perkebunan lainnya atau tanaman perkebunan tahunan multiguna.

Sawit

SUPRADIN berbasis sawit menghendaki tersedianya area kosong di sela-sela tanaman sawit baik pada pengembangan baru maupun peremajaan. Limbah dan hasil samping perkebunan sawit yang tersedia secara lest ri berupa pelepah, gulma, bungkil, dan solid berguna sebagai pakan ternak.

Pengembangan tumpang sari sawit dengan tanaman pangan perlu memperhatikan sifat perakaran masing-masing tanaman agar tidak terjadi persaingan memperoleh hara dan air. Sawit memiliki sistem perakaran dangkal bisa ber tumpang sari dengan padi gogo, jagung, kedelai, dan kacang tanah.

Agar tumpang sari tidak mengganggu per tumbuhan sawit, luas areal efektif yang digunakan pada periode Tanaman Belum Menghasilkan 1 (TBM 1) sebesar 60%–75% dan pada TBM 2 sebesar 40%–45%. Sedangkan pada TBM 3 tidak disarankan tumpang sari karena kanopi sawit hampir menutup lahan. Setelah sawit ber umur 25 tahun, harus diremajakan dengan teknologi peremajaan tumbang serempak. Dengan begitu, secara lestari akan tersedia lahan untuk tanaman tumpang sari seluas kegiatan peremajaan yang akan dilakukan.

Kakao, Kopi, dan Teh

Budidaya kakao mewajibkan ada tanaman penaung. Pelindung sementara ada di fase TBM untuk melindungi tanah dari erosi, meningkatkan kesuburan tanah, menambah bahan organik yang berasal dari penutup tanaman sementara, ser ta menekan petumbuhan gulma. Setelah fase TM, kembangkan pelindung tetap jenis tanaman produktif untuk mencegah degradasi lahan yang mengancam keberlanjutan budidaya kakao dan intensitas cahaya yang diperoleh.

Keragaman tanaman dan limbah perkebunan kakao yang diperoleh melalui pemangkasan daun pelindung dan kulit buah kakao dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kakao bisa dikembangbangkan dengan kelapa, pinang, atau karet, dan ternak kambing. Sedangkan, kopi juga membutuhkan penaung yang bermanfaat sama seper ti pada budidaya kakao. Kopi cocok dikembangkan dengan tanaman kehutanan (agroforestri), lada, karet, dan jeruk.

Fase TBM pada teh yang berlangsung 3 tahun berpeluang untuk diversifikasi tanaman. Yaitu, dengan memanfaatkan baris antar teh yang belum membentuk frame (menutup) untuk dibudidayakan beragam tanaman yang sesuai dan tidak mengganggu per tumbuhan teh, seper ti tidak mengandung alelopati (zat racun), tidak menjadi inang organisme pengganggu tumbuhan teh, dan tidak mengganggu perakaran teh.

Tanaman tumpang sari yang bisa digunakan adalah tanaman hor tikultura buah dan sayur, tanaman herbal, ser ta tanaman hias. Contohnya cabai, tomat, petsai (sawi putih), kubis, daun bawang, jagung, sosin (sawi hijau) untuk sayur, manggis, pisang, jer uk, alpukat, jambu, dan nangka untuk buah. Antanan, ar temisia, tapak dara, dan ginseng pada tanaman herbal serta anthurium, calatia, leader leaf, pakispakisan untuk tanaman hias.

Sedangkan integrasi teh dan ternak menyesuaikan daya dukung ketersediaan limbah tanaman, misalnya pemanfaatan areal kosong perdu teh dan di lereng kebun teh yang digunakan untuk ditanami pakan ternak, tanaman pelindung sementara, pangkasan tanaman pelindung tetap saat musim hujan, limbah tanaman sayuran dari pola tumpang sari, diversifikasi teh dengan tanaman pakan ternak, seperti r umput gajah dan tanaman pelindung sementara, seper ti Crotalaria sp., Tephrosia sp., dan Seisbania.